KONSERVASI SIDAT JAWA (Anguilla bicolor bicolor): PENGELOLAAN YANG BERKELANJUTAN

Authors

Nur Taufiq-Spj
Universitas Diponegoro

Synopsis

Konservasi Sidat Jawa (Anguilla bicolor bicolor) dilatar-belakangi karena terancamnya populasi Siadat Dunia terutama di Eropa (A. anguilla), Amerika (A. rostrata) dan di Asia A. japonica. Ketiga species terakhir tercatat sebagai “endangered species” di IUCN dan Sidat Jawa masih dalam kategori “near threatened”. Sementara spesies-spesies tersebut memiliki nutrisi exotic dengan nilai ekonomi yang tinggi. Sehingga pernah terjadi “gold rush” dengan harga benih sidat mencapai Rp. 200 juta/ kg-nya. Untuk tujuan konservasi, fenomena Ekologi, filogeni, reproduksi dan migrasi Sidat ini perlu dipahami secara comprehensive sebagai identifikasi permasalahan yang perlu dilakukan. Kondisi ekologis terutama yang berkaitan dengan pasokan air pada kawasan daerah aliran sungai. Sehingga peran hutan di wilayah watershed (DAS) ini menjadi penting untuk dilakukan pengelolaan dengan benar. Disamping bagaimana mengatur dan mengelola berbagai industri yang tumbuh di wilayah DAS ini. Oleh karena Sidat sebagai katadromi species, filogeni merupakan sejarah biologis kekerabatan antar populasi yang melibatkan banyak wilayah luas dari Samodra Hindia Timur (Indonesia) hingga kawasan samodra Hindia Barat (Madagascar). Kekerabatan species antar wilayah spatial ini semestinya menjadi perhatian multilateral negara kawasan. Keunikan proses reproduksi dan migrasinya memberikan kekayaan khasanah ilmu, karena panmixia, monotelic dan ‘long distance migration’ status dari sidat jawa ini, dapat memberikan harapan keberlanjutan kekayaan genetic yang ada di Indonesia.

sidat

Published

September 17, 2025