WARISAN BUDAYA INTANGIBLE JAWA TENGAH: Nasi Gandul, Sop Senerek, dan Perayaan Sam Poo Besar

Authors

Prof. Dr. Alamsyah, M. Hum
UNIVERSITAS DIPONEGORO
Vicky Verry Angga, S.S., M.Hum
UNIVERSITAS DIPONEGORO
Izmy Khumairoh, S.Ant, M.A
UNIVERSITAS DIPONEGORO
Sulistiono, S.Sn.
UNIVERSITAS DIPONEGORO

Synopsis

Warisan Budaya Takbenda (WBTB) mencakup aspek budaya yang tidak dapat disentuh secara fisik, seperti seni musik, sastra lisan, seni teater, seni tari, serta konsep dan nilai budaya, bahasa, dan ilmu pengetahuan. Provinsi Jawa Tengah telah memiliki 119 WBTB tersertifikasi secara nasional hingga tahun 2022, dengan 16 WBTB baru yang menambah perbendaharaan warisan budaya ini. Meskipun demikian, masih banyak WBTB di Jawa Tengah yang belum tersertifikasi secara nasional karena kekayaan keanekaragaman budaya di provinsi ini. Salah satu WBTB di Magelang adalah Sop Senerek, yang berusia lebih dari setengah abad dan berasal dari tradisi kuliner Belanda pada era kolonial. Orang Tionghoa telah datang ke Jawa Tengah sejak abad ke-7 Masehi. Mereka membawa berbagai barang dan pengaruh budaya, yang masih terlihat hingga saat ini di wilayah seperti Jepara dan Semarang. Klenteng Sam Poo Kong di Semarang adalah salah satu bukti sejarah kedatangan dan pengaruh budaya Tionghoa di Jawa Tengah. Klenteng ini masih menjadi tempat perayaan budaya seperti perayaan Sam Poo Besar, yang menunjukkan akulturasi budaya Tionghoa dan Indonesia. Secara keseluruhan, WBTB di Indonesia, khususnya Jawa Tengah, merupakan khazanah pengetahuan yang berharga dan harus terus dilestarikan. Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk memastikan bahwa tradisi-tradisi ini tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang, sekaligus menjadi daya tarik wisata yang memperkaya budaya dan ekonomi lokal.

Warisan Budaya Jawa Tengah

Published

June 11, 2024